TOUR TORAJA MAN2 (ii)

WISATA ILMIAH

 (Praktek Lapangan)

Siswa MAN 2 Parepare  di  Kabupaten Enrekang dan Kabupaten Tana Toraja.

     Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) mengisyaratkan bahwa proses pembelajaran  oleh pihak guru maupun peserta didik agar lebih kreatif dan inovatif, baik pembelajaran yang dilakukan dalam kelas mapun diluar kelas. Pembelajaran diluar kelas dapat berbagai macam bentuk, tergantung model dan tujuan pembelajaran. Salah satu contoh adalah mengadakan kegiatan Praktek lapang dalam bentuk penelitian, observasi, pada objek-objek yang berkaitan dengan materi pembelajaran, yang dimaksudkan agar peserta didik  dapat menyaksikan lansung tentang hal-hal berkaitan dan menyangkut materi pelajaran yang telah dipelajari di depan kelas,. sehingga para siswa dapat dengan muda memahami pokok bahasan materi ajar sebagaaimana yang termuat pada Indikator dari Standar Konpetensi yang tercakup  dalam silabus kurikulum KTSP.

              Khusus pada bidang studi Sejarah, Seni Budaya, Sosiologi, dan Biologi  untuk kegiatan kunjugan lokasi kali ini diarahkan pada materi yang membahas tentang  tradisi budaya dan kepercayaan pada zaman Megalitikum yaitu zaman sekitar 3000 tahun yang lalu.  Tradisi kepercayaan Animisme dan Dinamisme yang masih tersisa sampai sekarang, yakni kepercayaan Aluktodolo yang di anut oleh sebagian besar masyarakat Toraja, Yang meyakini bahwa arwah nenek moyang yang telah meninggal dapat melakukan  sesuatu hal kepada keturunan nya  yang masih hidup, untuk itu dilakukanlah berbagai hal pemujaan atas arwah orang yang telah meniggal dan jenasahnya tidak boleh dikubur dalam tanah, ritual yang paling menarik seperti upacara pemakaman jenasah Rambusolo. Serta berbagai macam bentuk seni budaya seperti tari-tarian etnik dan seni ukir pada berbagai macam bangunan trdisional maupun modern.

Dari tradisi kepercayaan etnik Toraja tersebut melahirkan  suatu pola hidup kemasyarakatan yang unik. Dari sisi ilmu pengetahuan baik Sejarah, Sosiologi, budaya, serta ekonomi sangat menarik sebagai objek penelitian.

Dari segi rekeratif keunikan tradisi budaya etnik Toraja tersebut dan didukung oleh daerah yang terletak wilayah dengan tofografi pegunungan serta pemandangan yang indah nan eksotis dengan cuaca yang sejuk yang dikenal dengan sebutan puncak Bambapuang menjadikan daerah tersebut salah satu wisata dunia yang mempesona.

Dari hal tersebut, serta dengan mengakomodasi minat serta keinginan para siswa dipililah daerah kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Enrekang dengan objek-objek tertentu untuk menjadi tujuan objek dan tujuan kegiatan Praktek Lapang  para siswa MAN 2 Parepare.

Maksud dan Tujuan.

Kegiatan kunjungan lokasi dalam rangka Penelitian/Studi Banding para siswa MAN 2 Parepare di daerah Kabupaten Tana Toraja dan Enrekang bertujuan sebagai berikut :

1.      Untuk melakukan  proses pembelajaran diluar kelas dalam bentuk ; penelitian, obsevasi dan perbandingan yang berkaitan dengan materi pelajaran yang dikemas dalam bentuk Praktek Lapang

2.      Salah satu bentuk program sosialisasi sekolah MAN 2 Parepare diluar wilayah kota Parepare.

3.      Salah satu bentuk sarana refrehsing oleh para siswa maupun guru setelah usai menempuh proses pembelajaran.dan ujian semester.

                                                                                                                                                                                  Sekilas tentang objek

Objek-objek yang  dikunjungi pada kegiatan  ini  antara lain :

a.   Tongkonang ( situs makam purbakala di Cekke, Kab. Enrekang )

Salah satu makam yang paling tua dari sekiam banyak makam batu yang di wilayah ini. Makam batu tersebut berada pada tebing terjal dengan keringgian 50 meter dari permukaan tanah. Peti makam diletakkan berjejer pada sebuah lekukan  batu yang memanjang searah sisi tebing. Terlihat jelas sebagain karengka telah terhambur dan disususn rapi diluar peti.  Kondisi para makam tidak ada yang baru tetapi rata-rata telah berusia tua terlihat peti keranda sudah banyak yang lapuk menandakan usia makam telah  lama menurut sumber sudah ribuan tahun. Dari hal tersebut  disimpulkan bahwa masyarakat sekitar ( Etnik Duri) tidak ada lagi yang manganut paham animisme yang dinamakan  kepercayaan Aluktodolo

b.      Upacara ritual Rambu’solo

Upacara ritual Rambu’solo adalah acara pemakaman jenasah  salah seorang penduduk setempat di Kecamatan Mangkendek yang telah meninggal satu tahun lalu dengan mengorbangkan 42 ekor kerbau dan babi sebagai persembahan kepada arwah orang yang meniggal tersebut    Upacara ritual penguburan jenasah diletakkan dalam liang batu atau dalam goa agar setiap saat dapat lihat jenasahnya.  Produk budaya ritual tradisi tersebut masih dipertahankan dengan ketat sampai sekarang oleh masyarakat Toraja.  Acara rambu’solo dilaksankan selama 7 hari sampai hari pemakaman yaitu mengantar jenasah ke kuburan liang batu. Selama acara berlansung diselingi dengan seni tari ritual Mabbadong serta kegiatan adu kerbau yang akan dikorbangkan dan dijadikan  taruhan oleh  warga masyarakat yang hadir. Setelah itu kerbau di sembeli dengan cara ditebas oleh beberapa orang algojo kemudian daginnya dibagikan kepada para kerabat keluarga serta manyarakat. Pada hari terakhir barulah jenasah diberangkatkan ke daerah pemakaman liang batu di suatu tempat khusus dengan diselingi berbagai macam prosesi adat/ritual.

                                                                                             c.    Londa ( situs makam purkala )

Makam batu yang terletak didepan goa serta dalam goa maupun diatas tebing, peti jenasah diletakkan secara tak beraturan namun mempertimbang  posisi letak ketinggian yang berdasarkan aturan, bagi jenasah bangsawan diletakkan pada posisi lebih tinggi dibanding dengan jenasah orang biasa seperti pada tebing. Dalam goa jenasah diletakkan berdasarkan marga keturunan. Yang menarik pada makam ini  sampai sekarang masih tetap digunakan sebagai tempat pemakamn terbukti masih ada jenasah yang baru diletakkan.

    c.       Kete’kesu ( situs makam dan kompleks rumah Tongkoan )

Pada daerah ini ada dua jenis objek yaitu komplek rumah adat Tongkonang dan makam batu pada liang serta konstruksi betong yang dibangun permaneng sebagai pengganti liang batu atau goa.  Kompleks Rumah adat Tongkonang  ini telah berumur  tua membuat atap telah ditumbuhi oleh tumbuhan tertentu dan ukirannya sudah mulai pudar, bangunan tersebut berdiri secara teratur berhadap-hadapan dengan tiap masing-masing lumbung secara teratur dan disekitarnya terdapat tanah lapang  merupakan arena untuk pemotongan hewan kubang pada saat upacara Rambu’solo. Dokumentasi kegiatan

1.      Kesimpulan.

Pelaksanaan kegiatan Praktek lapang Siswa MAN 2 Parepare kali ini melihat para siswa ketika berada di lapangan, dan dengan  tidak terjadi masalah  yang dapat mengganggu jalannya kegiatan sehingga program direncanakan yang telah susun berjalan dengan baik. Target dan sasaran kegiatan tercapai  terlihat para siswa dengan antusias dan animo yang tinggi melakukan observasi pada setiap objek sehingga apa yang ingin diketahui oleh siswa yang berkaitan dengan materi bidang studi tercapai dengan baik. Untuk itu kegiatan semacam ini perlu senantiasa diadakan setiap tahun atau setiap saat.

2.      Saran-saran

Dengan selesainya kegiatan Praktek Lapang siswa MAN 2 Parepare kali ini beberapa hal yang perlu lebih tingkatkan. Untuk itu pada kegiatan berikutnya disarankan  antara lain :

  •             Kegiatan pembimbing dan pendamping setiap guru bidang studi agar lebih  berfungsi dengan baik sehingga siswa dapat kebih terfokus dan terarah dalam melakukan observasi dan pengamatan dilapangan mapun  pra pemberangkatan (tecnichal meeting)
  • Bahan-bahan acuan seperti buku pustaka  serta informasi tentang objek penelitian agar diadakan lebih diperbanyak sehingga dalam penyusunan laporan penelitian para siswa tidak mengalami hambatan
  • Agar dapat lebih meringankan bebang para siswa kiranya pembiayaan kegiatan praktek lapang ini tidak dibebangkan sepenuhnya kepada siswa, sehingga semua siswa                                                                                                           mempunyai peluang untuk mengikuti kegiatan semacam ini

Wassalam,

Pembimbing,

Dra. HASNAWATI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: